-->
KENDALIKAN PENYAKIT BLAST, ENVOY 80WP DARI NUFARM SAJA

KENDALIKAN PENYAKIT BLAST, ENVOY 80WP DARI NUFARM SAJA

ENVOY 80WP - Tingginya intensitas hujan akhir-akhir ini sangatlah berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi, terlebih angin yang cukup kencang juga dapat mengakibatkan tanaman padi menjadi rebah, selain dari itu perkembangan penyakit dan jamurpun juga kian mengancam, salahsatunya adalah jamur yang menyebabkan penyakit Blast dan Potong leher.



Penyakit blast ini diakibatkan dari cendawan atau jamur yang bernama pyricularia oryzae. cendawan atau jamur ini menyerang tanaman padi dengan membentuk bercak pada daun padi, buku batang, leher malai, cabang malai, bulir padi dan kolar daun.


Cendawan atau jamur yang menyebabkan penyakit blast ini jika menyerang leher pada tanaman padi dapat mengakibatkan pengisian bulir pada malai padi menjadi tidak sempurna yang mengkibatkan terjadi bulir hampa. lantas bagaimana cara pengendalian penyakit blast ini? Saat ditemui dilapangan, menurut Bpk. Acu Supriatna selaku fild promotor dari PT. Nufarm Indonesia untuk daerah kabupaten subang, "ada beberapa cara untuk pengendalian penyakit blast ini diantaranya bisa dengan menanam varietas yang tahan dan jika sudah terlanjur terserang bisa dilakukan pendakatan secawa kimiawi salahsatunya dengan fungisida, salahsatunya adalah fungisida Envoy 80 wp yang diproduksi oleh PT. Nufarm Indonesia, fungisida Envoy 80WP ini mempunyai bahan aktif mancozeb 62 % dan Trisiklazol 18 % yang merupakan kombinasi fungsida kontak dan sistemik, Envoy 80WP ini sangat ampuh mengendalikan blast daun dan potong leher pada tanaman padi. Mengandung unsur Mn dan Zn, memiliki efek fitotonik yang menjadikan daun lebih hijau dan sehat menjadikan tanaman dapat melakukan proses fotosintesis secara maksimal serta mempercepat pemulihan akibat serangan penyakit".


"Untuk petunjuk penggunaan dari Envoy 80WP ini cukup dengan membuat konsentrasi 1 gram/liter air atau 1 sachet untuk 6 tangki ukuran 15 liter, sedangkan untuk waktu penyemprotan dilakukan jika sudah ditemukan gejala penyakit dengan penyemprotan dilakukan setiap 7 hari sekali, jika masih belum paham bisa membaca petunjuk penggunaan atau bisa tanyakan langsung ke sales produk yang sudah tersebar diseluruh daerah". Acu Supriatna juga mengatakan pengendalian harus dilakukan dengan tepat waktu, tepat dosis, tepat sasaran serta tepat konsentrasi agar bisa mendapat hasil yang maksimal tentunya dengan tujuan bisa mempertahankan hasil panen dari para petani".


Envoy 80WP sendiri merupakan fungsida yang diproduksi oleh PT. Nufarm indonesia, untuk info lanjut bisa hubungi Bpk. Acu Supriatna selaku fild promotor untuk daerah Kabupaten Subang.

Advertisement

Baca juga:

This Is The Newest Post
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments