6 Prinsip Penggunaan Pestisida menurut ilmu PHT

6 Prinsip Penggunaan Pestisida menurut ilmu PHT

Dalam usaha pertanian terutama dalam sistem budidaya tanaman tentu tidak lepas dengan istilah pengendalian, baik itu pengendalian hama ataupun jenis pengendalian OPT lainnya seperti gulma dan penyakit pada tanaman, biasanya pengendalian tersebut melekat erat dengan pemberian pestisida namun menurut ilmu pengendalian hama terpadu (PHT) langkah penggunaan pestisida merupakan langkah terakhir yang mana telah terjadi serangan hama sudah melewati ambang ekonomi, alasan tersebut dikarenakan pengendalian hama terpadu lebih mengedepankan pengelolaan agroekosistem dengan pengendalian OPT yang ramah lingkungan.


Pengendalian hama serentak
Untuk bisa lebih memahami tentang pengendalian terutama tentang pemberian pestisida ada 6 prinsip penggunaan pestisida yang harus diketahui dan tentunya sangat dianjurkan dengan tujuan pengendalian OPT bisa lebih efektif dan efisien, adapun 6 prinsip penggunaan pestisida yang dianjurkan tersebut adalah

1. Tepat Jenis pengunaan pestisida

Prinsip pertama adalah Prinsip penggunaan pestisida yang tepat jenis, tepat jenis ini bisa dilihat berdasarkan seletifitas atau pemilihan pestisida yang akan digunakan, setidaknya ada tiga pemilihan pestisida sesuai lapangan, seperti 
  • Selektifitas jenis pestisida, memilih pestisida yang berpengaruh tinggi yang di timbulkan pestisida terhadap hama (OPT) dan berpengaruh rendah terhadap manusia ,musuh alami dan lingkungan.
  • Selektifitas fisiologi, adalah selektifitas yang di sebabkan dari perbedaan kepekaan (sensitivitas) fisiologi hama terhadap jenis pestisida yang digunakan. Contoh formulasi bahan aktif yang digunakan.
  • Selektivitas ekologi, yaitu selektifitas yang di sebabkan saat aplikasi, cara aplikasi,formulasi pestisida, dan lokasi pertanaman yang di aplikasikan pestisida.

2. Tepat sasaran penggunaan pestisida

Prisip kedua dalam penggunaan pestisida adalah tepatnya sasaran pemberian pestisida, penggunaan pestisida tepat sasaran ini dilihat dari hasil pengamatan dilapangan sehingga bisa dilakukan pengendalian yang tepat, berikut ini pestisida yang tepat sasaran sesuai jenis hama yang ditemui.
  • Insektisida untuk hama Serangga
  • Fungisida untuk jenis Penyakit yang disebabkan oleh cendawan
  • Akarisida untuk pengendalian Tungau/hama yang digolongkan karina 
  • Rodentisida untuk pengendalian hama pengerat (tikus) 
  • Molluskisida untuk jenis Siput atau molluska 
  • Nematisida untuk Nematoda 
  • Bakterisida untuk jenis Penyakit yang di sebabkan oleh bakteri 
  • Herbisida untuk pengendalian Rumput liar atau gulma

3. Tepat waktu penggunaan pestisida

Penggunaan pestisida dengan prinsip ke empat menurut ilmu PHT, adapun yang harus diperhatikan dalam penggunaan pestisida dengan prinsip tepat waktu dengan tujuan lebih efektif dan efisien adalah sebagai berikut.
  • Pengendalian disaat ambang ekonomi adalah kepadatan populasi hama(OPT)/intensitas serangan yang memerlukan pengendalian untuk mencegah peningkatan populasi/intensitas serangan yang lebih merugikan.
  • pengendalian tujuan pencegahan, dilakukan jika populasi hama yang memerlukan tindakan untuk mencegah agar populasi tidak berkembang yang berakibat merugikan.
  • waktu pengendalian adalah waktu dimana kita mulai akan mengaplikasikan pestisida, adapun yang dianjurkan disaat pagi setalah embun turun, sore atau malam hari, di sesuaikan dengan kondisi bioekologi OPT saat rentan.

4. Tepat dosis penggunaan pestisida

Prinsip penggunaan pestisida selanjutnya adalah memperhatikan dosis yang akan digunakan dalam pengendalian. bertujuan agar penggunaan pestisida tidak menimbulkan efek resistensi terhadap hama, resurjensi dan residu yang berlebih pada tanah dan tanaman.

5. Tepat aplikasi

Dalam pengaplikasian pestida ada beberapa aplikasi pestisida yang bisa dilakukan sesuai anjuran, seperti pengaplikasian secara penyemprotan, penaburan, perendaman, pengemposan, pengolesan dan aplikasi lainnya sesuai dengan tertera dalam kemasan pestisida tersebut.

6. Tepat mutu

Pemilihan pestisida tentunya harus memperhatikan mutu atau kualitas pestisida, salahsatu pestisida yang mempunyai mutu dan kualitas yang baik yakni telah mendapat ijin dan terdaftar, selain itu mutu atau kualitas pestisida akan terjaga dengan baik jika kemasan pestisda tidak rusak, sobek ataupun bolong, hal lain yang harus memperhatikan juga adalah tanggal kadaluarsa dari pestisida tersebut.
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments