Mengenal capung jarum sebagai predator alami

Mengenal capung jarum sebagai predator alami

Capung jarum
Dalam budidaya terutama budidaya tanaman padi sangat mengutamakan aspek pengendalian hama, pengendalian hama bukan berarti pemusnahan hama secara total, melainkan mengatur jumlah hama yang menyerang agar berada dibawah ambang ekonomi. Pentingnya pengendalian hama yakni untuk membantu perkembangan musuh alami.

Banyak musuh alami yang hidup dilahan pertanian salah satunya adalah capung jarum, capung jarum (papatong jarum) atau dalam bahasa ilmiah Schnura heterosticta atau di daerah lain mempunyai nama yang berbeda, ada yang menyebutnya papatong jarum, kinjeng dom, kasasiur dan ada juga yang menyebutnya coblang.

Capung jarum termasuk serangga dari golongan ordo  Odonata, dan subordo Zygoptera, Odonata sendiri merupakan ordo dari serangga pemangsa atau karnivora sedangkan zygoptera adalah serangga berukuran kecil.

Ciri-ciri capung jarum (Schnura heterosticta) sangat mudah dikenali dan dibedakan dari jenis capung yang lainnya. Umumnya capung bertubuh besar namun capung jarum mempunyai ciri bentuk tubuh yang ramping terutama pada bagian ekornya yang menyerupai sebuah jarum, pada sayap capung jarum mempunyai ciri sayap yang tegak lurus mengarah ke atas dan memanjang mengikuti ekor. Pada bagian badan capung jarum betina mempunyai warna yang cerah dan mencolok sedangkan pada capung jarum jantan cenderung mempunyai warna yang polos dan cenderung kekuning-kuningan atau mempunyai warna yang gelap.

Habitat dari capung jarum bisa di temukan dimana saja, tetapi biasanya capung jarum mudah ditemukan di sepanjang aliran sungai, sawah, rawa-rawa, kolam dan hutan. Namun capung jarum juga bisa hidup didaerah pantai ataupun didaerah pegunungan.

Capung jarum merupakan musuh alami. Musuh alami sendiri sangat membantu petani untuk mengendalikan jumlah hama yang menyerang tanaman yang dibudidayakan. Dengan dikelaskan dari ordo odonata yaitu serangga pemangsa, pada saat masa kawin capung jarum memangsa ngengat penggulung daun, sedangkan ketika capung jarum masih menjadi nimfa, nimfa capung jarum bisa memangsa nimfa dari wereng dan ketika dewasa capung jarum memangsa serangga yang kecil kecil seperti wereng. Capung jarum biasanya berburu mangsanya terbang dibawah tajuk daun tanaman padi.
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

10 comments

capung jarum ternyata hama tanaman padi ya Gan, baru tahu ni saya. maklum sudah lama gk ke sawah. hhh ok mantab gan penjelasannya.

Balas

Wah banyak jg yah jenisnya

Balas

capung ternyata ada yang predator , nice info nya gan .

Balas

Dulu paling senang tangkapin capung di sawah belakang rumah saya mas..hee

Balas

Jadi inget masa lalu msh ada capung jarum :)

Balas

sayang sekarang sudah langka y.hehehe

Balas

iya.. tangkapnya pake apa mba?? :D

Balas

iya gan.. tandanya ada capung disana ada banyak hama

Balas

bukan hama gan.. tp pemangsa hama :D

Balas

wah, bisa bantu petani ya, jadi gk usah pake pestisida jadi lebih aman deh,

Balas