Saturday, October 7, 2017

Inilah 9 Hama tanaman Terong yang sangat berbahaya

Hama tanaman Terong - Banyaknya jenis hama yang menyerang usaha tani dalam bidang budidaya tidak terkecuali dalam budidaya terong membuat... thumbnail 1 summary

Hama tanaman Terong - Banyaknya jenis hama yang menyerang usaha tani dalam bidang budidaya tidak terkecuali dalam budidaya terong membuat petani harus memutar otaknya untuk mengendalikan hama-hama tersebut.


Terong (Solanum melongena)
Artikel kali ini akan merangkum hama apa saja yang menyerang tanaman terong. Setidaknya ada 9 hama yang sangat merusak dan berbahaya, berikut adalah nama hama-hama yang menyerang tanaman terong.

1. Kumbang Daun (Epilachna spp.)

Hama ini menyerang daun tanaman terong dengan cara merusak dan memakannya, jika serangan berat hama ini dapat menghabiskan daun-daun tanaman terong dan menyisakan tulang-tulang daun.

2. Tungau ( Tetranynichus spp.)

Hama tungau menyerang tanaman terong dengan cara mengisap cairan sel tanaman, sehingga menimbulkan gejala bintik-bintik merah sampai kecoklat-coklatan atau hitam pada permukaan daun sebelah atas ataupun bawah yang mengakibatkan daun layu dan mengering.

3. Kutu Daun (Aphis gossypii Glover)

Bagian tanaman yang diserang hama kudu daun biasanya pucuk tanaman dan daun muda yang baru tumbuh. Daun yang diserang hama ini akan mengkerut, pucuk mengeriting dan melingkar sehingga pertumbuhan tanaman akan terhambat atau tanaman menjadi kerdil, selain dari itu hama kutu daun ini juga mengeluarkan cairan manis seperti madu yang menarik datangnya semut dan cendawan jelaga berwarna hitam dengan adanya cendawan pada buah dapat menurunkan kualitas buah dan bahkan akan rontok.

4. Ulat Grayak (Spodoptera litura F.)

Serangan ulat Grayak menyerang pada fase larva, serangan secara berkelompok. Larva instar I dan II memakan epidermis dari daun bagian bawah, sehingga daun akan tampak transparan kemudian Larva tua akan memakan helaian daun sehingga tinggal tersisa tulang-tulang daun saja. Serangan berat hama ini dapat mengakibatkan tanaman menjadi gundul dan selain dari itu, larva juga memakan bunga dan polong muda, Kehilangan hasil yang diakibatkan serangan ulat grayat dapat mencapai 85%.

5. Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufn.)

Serangga hama ini dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman muda, larva dari hama ulat tanah ini menyerang tanaman dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda, sehingga tanaman terkulai dan roboh. Larva ulat tanah bersembunyi pada siang hari dibawah permukaan tanah. Pada sore atau malam hari ulat tanah muncul ke permukaan untuk menyerang tanaman yang masih muda.

6. Ulat Buah (Helicoverpa armigera Hubn.)

Gejala serangan hama Ulat buah ini berupa serangan pada daun, daun akan berlubang-lubang tak beraturan dan pada buah, buah berlubang dan akhirnya akan membusuk bila terjadi infeksi sekunder kemudian buah akan rontok.

7. Lalat Buah (Bactrocera sp.)

Serangan lalat Buah awalnya ditandai oleh lubang titik hitam pada bagian pangkalnya, tempat serangga lalat dewasa yang memasukkan telurnya kedalam buah. Seiring waktu telur tadi menetas dan menjadi larva, larva inilah yang membuat saluran di dalam buah dengan memakan daging buah serta menghisap cairan buah dan dapat menyebabkan terjadi infeksi oleh OPT lain, buah menjadi busuk dan biasanya jatuh ke tanah sebelum larva berubah menjadi pupa.

8. Thrips (Thrips parvispinus Karny)

Gejala langsung serangan hama Thrips dapat dilihat pada permukaan bawah daun yang akan berwarna keperak-perakan, daun menjadi kriting atau keriput. Hama ini menyerang dengan menghisap cairan dari permukaan bawah daun dan atau bunga pada tanaman yang ditandai oleh bercak-bercak putih/keperak-perakan kemudian daun akan berubah warna menjadi coklat, sehingga daun menjadi kriting/keriput dan mati. Secara tidak langsung: trips merupakan vektor penyakit virus mosaik dan virus keriting.

9. Kutu Daun (Myzus persicae Sulzer)

Gejala Secara langsung yang ditimbulkan kutu daun ini adalah mengisap cairan tanaman dari daun, sehingga daun yang terserang akan menjadi keriput, berwarna kekuningan, terpuntir dan pertumbuhan tanaman terhambat (kerdil) dan akhirnya tanaman menjadi layu dan mati.

Gejala Secara tidak langsung yang ditimbulkan hama kutu daun adalah kutu daun berperan sebagai penyebar (vektor) penyakit virus. Tanaman yang terserang penyakit virus akan menjadi kerdil, daun berukuran kecil dan pertumbuhannya terhambat.

No comments

Post a Comment