Thursday, June 1, 2017

9 Cara mencegah dan mengendalikan Penyakit Kresek yang efektif

Pencegahan dan Pengendalian Kresek - Sebelumnya blog sampulpertanian sudah mengulas secara singkat tentang apa itu penyakit kresek, bagaim... thumbnail 1 summary

Pencegahan dan Pengendalian Kresek - Sebelumnya blog sampulpertanian sudah mengulas secara singkat tentang apa itu penyakit kresek, bagaimana cara mencegah dan bagaimana cara pengendalian penyakit kresek, kesempatan hari ini blogsampul pertanian akan menerangkan lebih lengkap tentang cara mencegah dan mengendalikan penyakit kresek pada tanaman padi yang efektif.


Cara mencegah dan mengendalikan penyakit kresek
Sebelum kita membahas tentang cara mencegah dan mengandalikan penyakit kresek terlebih dahulu kita mengingatkan apa itu penyakit kresek, penyakit kresek atau dalam bahasa ilmiah disebut dengan Bacterial leaf blight (BLB) ini adalah salahsatu penyakit pada tanaman padi yang disebarkan oleh penyebaran bakteri Xanthmonas oryzae yang menyerang daun dan batang pada tanaman padi sehingga daun dan padi menjadi rusak.


Untuk mencegah dan mengendalikan penyakit kresek blog sampulpertanian akan membahas 9 cara menurut versi blog sampulpertanian, adapun 9 Cara mencegah dan mengendalikan Penyakit Kresek yang efektif adalah sebagai berikut :

1. Gunakan Benih yang sehat

Penggunaan benih yang sehat menjadi faktor utama untuk mencegah terserangnya penyakit kresek secara awal pertumbuhan, benih yang sehat bisa dengan cara menggunakan benih yang berlabel yang direkomendasikan oleh pihak pertanian baik dari Pemerintah maupun dari pihak swasta.

2. Gunakan pola tanaman yang baik

Pola tanam yang baik adalah pola tanam yang sesuai spesifik lokasi, misalkan jika lokasi menggunakan pola tanam Padi-Padi-Palawija jangan memaksakan untuk menggunakan pola tanam padi sepanjang taun, karena hal ini akan membantu penyebaran penyakit semakin luas dan tidak terjadinya pemotongan siklus penyakit dan hama pada tanaman padi.

3. Gunakan jarak tanam legowo

Pola tanaman Legowo sudah lama dianjurkan oleh pihak pemerintah, selain untuk menghindari atau mencegah terjadinya serangan hama maupun penyakit pada tanaman padi, pola tanaman legowo ini sudah diteliti oleh para ahli bahwa dapat meningkatkan hasil dan lebih mudah untuk pengendalian maupun pemupukan terhadapat tanaman padi.

4. Menggunakan pengairan berselang (Intermiten)

Penyebaran penyakit kresek salahsatunya dengan pengairan yang berlebihan, bakteri akan mudah sekali manyebar melalaui air sehingga jika tanaman padi terus menerus direndam air, tanaman padi akan semakin besar peluang terinfeksi penyakit kresek. oleh karena itu disarankan menggunakan pengairan berselang atau Intermiten.

5. Jangan berlebihan menggunakan pupuk Urea

Alih-alih agar tanaman padi bisa lebih hijau dan sehat seringkali petani menggunakan pupuk urea secara berlebihan, hal ini bukannya tanaman padi menjadi hijau dan lebih sehat malah tanaman padi akan lebih rentan terhadap hama dan penyakit termasuk terinfeksinya penyakit kresek. Gunakanlah pemupukan sesuai spesifik lokasi yang telah direkomendasikan sebanyak 250 kg/hektar.

6. Gunakan Varietas Benih yang tahan Penyakit Kresek

Penggunaan varietas benih yang tahan kresek bisa membantu solusi untuk mencegah terinfeksinya penyakit resek untuk mendapatkan varietas tersebut kini dikios-kios pertanian sudah banyak varietas benih padi yang tahan penyakit kresek.

7. Hindari menggunakan jerami yang terinfeksi penyakit kresek

Jika tanaman padi sudah terkena penyakit kresek, sebaiknya lahan pertanian hindari penggunaan jerami yang telah terinfeksi penyakit kresek, untuk pencegahan lakukan pembakaran terhadap jerami yang terinfeksi tersebut. walaupun baik untuk kompos namun jika jerami sudah terinfeksi sebaiknya dimusnahkan saja.

8. Pengendalian dengan bakteri Corynebacterium

Untuk pengendalian penyakit kresek secara alami bisa dengan menggunakan bakteri Corynebacterium, bakteri Corynebacterium bisa didapatkan di lab POPT didaerah Kalian masing-masing kemudian anda juga bisa memperbanyaknya melaui kultur dengan menggunakan cairan kentang dan diproses dengan cara yang khusus.

9. Gunakan Pestisida jenis Bakterisida

Penggunaan Pestisida kimia menjadi langkah terakhir untuk penyelamatan jika tanaman padi sudah terserang dengan skala lebih luas. penggunaan pestisida bisa dengan menggunakan pestisida berjenis bakterisida berbahan aktif Teramisin atau agrimicin.

Demikian artikel 9 Cara mencegah dan mengendalikan Penyakit Kresek yang efektif, sebenarnya langkah-langkah diatas merupakan garis besar untuk pencegahan dan pengendalian penyakit kresek, untuklebih jelas bisa menghubungi petugas yang menangani tentang hama dan penyakit didaerah kalian masing-masing. Terima kasih telah berkunjung diblogsampulpertanian semoga artikel ini bermanfaat.

No comments

Post a Comment