Friday, May 19, 2017

Perbedaan Monokotil dan Dikotil yang mudah untuk dibedakan

Blog sampulpertanian hari ini akan membahas tentang artikel Perbedaan tumbuhan Monokotil dan Dikotil yang mudah untuk dibedakan, pada dasa... thumbnail 1 summary

Blog sampulpertanian hari ini akan membahas tentang artikel Perbedaan tumbuhan Monokotil dan Dikotil yang mudah untuk dibedakan, pada dasarnya kedua jenis tanaman ini bisa dibedakan dari beberapa ciri pada fisik tanaman, mungkin untuk sebagian orang untuk membedakan kedua jenis tumbuhan ini bisa dengan mudah untuk dibedakan, namun untuk pemula yang belajar tentang monokotil dan dikotil mungkin sedikit kesulitan.


Perbedaan Monokotil dan Dikotil
Artikel kali ini hanya mengingatkan kebali tentang perbedaan dari tumbuhan monokotil dan dikotil, namun sebelumnya mari kita mengenal sedikit tentang apa itu tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil.

Monokotil atau dalam bahasa ilmiahnya disebut dengan nama Monocotyledon merupakan tanaman atau tumbuhan yang mempunyai biji tunggal, atau bisa dilihat bentuk biji akan tetap untuk saat pertama kali tumbuhan itu tumbuh, namun kadar cadangan makanan pada biji akan berkurang dan akhirnya habis. sedangkan

Dikotil atau dalam bahasa ilmiah disebut dengan nama Dicotyledoneae merupakan tumbuhan yang memliki biji yang berkeping dua, atau bisa dilihat pada tumbuhan pertama kali tumbuh, biji akan tebelah menjadi dua keping, keping biji tersebut merupakan cadangan makanan dari tanaman atau tumbuhan itu sendiri.

Baca Juga

Untuk membedakan kedua jenis tanaman ini, blog sampulpertanian akan merangkung perbedaan dari tanaman monokotil atau Monocotyledon (Tumbuhan biji tunggal) dab tanaman Dikotil atau Dicotyledoneae (tumbuhan berkeping biji dua)
adapun pebedaannya adalah sebagai berikut,


1. Biji Monokotil dan Dikotil

Perbedaan pertama bisa dilihat pada biji tanaman, tanaman jenis Monokotil akan utuh saat ditanaman dan tidak terbelah seperti contohnya tanaman padi dan kelapa, sedangkan tanaman jenis dikotil, biji dari tanman ini akan terbelah menjadi 2 keping seperti contoh tanaman kacang dan pohon mangga.

2. Daun Monokotil dan Dikotil

Daun merupakan perbedaan yang mudah dilihat antara tanaman monokotil dan dikotil, tanaman monokotil akan mempunyai tulang daun sejajar atau melengkung seperti contoh pohon pisang dan kelapa, sedangkan tanaman Dikotil mempunyai ciri pada daunnya dengan memiliki tulang daun yang menyirip dan menjari seperti pohon rambutan dan pepaya

3. Akar Monokotil dan Dikotil

Akar merupakan perbedaan yang bisa kita lihat dari perbedaan antara tanaman monokotil dan dikotil, tanaman monokotil mempunyai perakaran yang serabut sehingga perakaran kurang menancap kuat kedalam tanah jika dibandingkan dengan tanaman dikotil, seperti tanaman padi dan pisang, sebaliknya tanaman dikotil mempunyai perakaran yang tunggal dan bercabang dan ikut mempesar seperti batang tanaman, sehingga perakaran akan lebih kuat mencengkram tanah.

4. Batang Monokotil dan Dikotil

Tanaman Monokotil dan Dikotil selanjutnya dapat dibedakan dari batangnya, batang tanaman monokotil tidak mempunyai kambium didalam bagian batangnya contohnya kelapa dan pisang, sedangkan tanaman jenis dikotil mempunyai kambium didalam batangnya sehingga batang tanaman jenis dikotil dapat terus membesar dan lebih besar dari tanaman monokotil contohnya pohon beringin dan jati.

5. Bunga Monokotil dan Dikotil

Ciri selanjutnya yang mudah dibedakan dari tanaman jenis Monokotil dan Dikotil adalah bunga, bunga tanaman monokotil bisa kita lihat pada jumlah kelopak bunganya, jika terdapat jumlah kelopak 3 atau kelipatannya seperti 6 dan 9 buah maka tanaman itu termasuk monokotil seperti anggrek sedangkan jika terapat jumlah kelopak 4, 5 atau kelipatannya tanaman itu termasuk tanaman dikotil seperti contoh  bunga mawar.

Demikian 5 perbedaan yang mudah kita bedakan antara tanaman Monokotil dan Dikotil, semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan tentang jenis tanaman terutama jenis tanaman Monokotil dan Dikotil, akhir kata  terima kasih dan tetap selalu kunjungi blog sampulpertanian karena masih banyak artikel menarik lainnya.

No comments

Post a Comment