Monday, May 15, 2017

7 Alasan berkurangnya minat generasi muda menekuni dunia pertanian

Pertanian di Indonesia sekarang sedang menuju awal dari kekhawatiran, bukan tidak mungkin  10 sampai 15 tahun kedepan akan terjadi kelangk... thumbnail 1 summary

Pertanian di Indonesia sekarang sedang menuju awal dari kekhawatiran, bukan tidak mungkin  10 sampai 15 tahun kedepan akan terjadi kelangkaan para petani dan pekerja yang bergerak di bidang pertanian, hal dikarena berbagai sebab. Kurangnya generasi muda dalam menekuni dunia pertanian merupakan salah satu faktor yang menyebabkan hal itu terjadi dan sedikit besarnya akan mempengaruhi pertanian itu sendiri.


Petani
Kelangkaan tenaga kerja seperti contohnya, di daerah-daerah lumbung pangan seperti Karawang, Subang dan tempat lainnya saat ini sudah sangat langka kita temukan para pekerja atau petani yang berumur 20 sampai 25 tahun kebawah, rata-rata petani yang ada sudah berumur senja dikisaran 60-70 tahunan.

Kelangkaan tenaga kerja yang bergerak di bidang pertanian tidak lepas dari minat para generasi muda terhadap dunia pertanian sangat berkurang atau bahkan bisa dikatakan sangat langka. Berikut 7 alasan kenapa generasi muda mulai berkurang minatnya terhadap pertanian versi blog sampul pertanian.

1. Generasi muda memilih sektor Industri

Tidak bisa dipungkiri, sektor indutri menjadi faktor utama generasi muda lebih memilih disektor ini untuk menggantungkan hidupnya, karena dengan jaminan pendapatan tiap bulannya menjadikan para generasi muda beralih mencari lowongan-lowongan pekerjaan baik didesa maupun diperkotaan.

2. Melihat proses dan hasil yang kurang memuaskan

Melihat proses yang cukup lama hingga memakan waktu berbulan-bulan untuk menikmati hasil panen, menjadikan aspek pertanian sedikit demi sedikit ditinggalkan oleh generasi muda, ditambah hasil yang kurang memuaskan menjadikan pertanian semakin ditinggalkan.

3. Tidak mau ambil risiko

Dengan terjun didunia pertanian terutama dibidang budidaya banyak risiko yang akan dihadapi, seperti serangan hama, kelangkaan pupuk dan lebih parah lagi jika terjadi gagal panen, hal ini menjadikan para generasi muda enggan untuk mengambil risiko lebih jika dibandingakan ia harus bekerja sebagai pegawai.

4. Level gengsi di Masyarakat

Masih banyak dikalangan masyarakat yang menganggap level petani hanya level biasa-biasa saja jika dibandingkan ia bekerja sebagai pegawai, karena jika menjadi petani ia harus cape dan berkotor-kotoran, faktor ini menyebabkan generasi muda merasa gengsi untuk turun kedunia pertanian.

5. Tidak ada jaminan

Didunia pertanian tidak ada jaminan karena sektor pertanian tergantung banyak faktor, baik itu faktor alam, faktor lingkungan ataupun faktor perlakuan sehingga dalam bidang pertanian terutama yang bergerak diusaha tani budidaya tidak menjamin tanamannya bisa dipanen, berbeda jika ia bekerja sebagai pegawai, ia akan mendapat jaminan tiap bulannya.

6. Membutuhkan modal yang tinggi

Modal menjadi faktor berikutnya yang mengakibatkan minat generasi muda mulai meninggalkan dunia pertanian, seperti contohnya, dalam usaha tani kita memerlukan modal untuk menggarap, modal pemupukan, pengendalian sampai pada permodalan dimasa panen, dari semua modal itu tidak sedikit ditambah tenaga yang dikeluarkan cukup banyak.

7. Kurangnya ilmu tentang pertanian

Ini sangat berkaitan dengan minat belajar, karena dengan kurangnya pengetahuan tentang pertanian menjadikan generasi muda malas untuk terjun dalam dunia pertanian ditambah lagi jika tidak ada minat untuk belajar tentang pertanian itu sendiri.

Demikian artikel tentang 7 Alasan berkurangnya minat generasi muda menekuni dunia pertanian, semoga artikel ini menjadi motivasi dan referensi bagi generasi muda untuk terus menekuni dunia pertanian. Sertakan link aktif jika artikel ini menjadi sumber artikel blog kalian, akhir kata kami ucapkan terimakasih.

No comments

Post a Comment