Sunday, April 9, 2017

Mencegah dan mengendalikan kutu kebul (Bemisia tabaci)

Kali ini blog sampul pertanian akan membahas tentang mencegah dan cara pengendalian kutu kebul pada tanaman budi daya, sebelum kita membah... thumbnail 1 summary

Kali ini blog sampul pertanian akan membahas tentang mencegah dan cara pengendalian kutu kebul pada tanaman budi daya, sebelum kita membahasnya, lebih baik kita mengenal terlebih dahulu apa itu hama kutu kebul.




Kutu kebul adalah golongan hama yang termasuk kedalam keluarga insek atau serangga, biasanya kutu kebul mudah ditemui pada tanaman-tanaman palawija seperti cabe, tomat, kol, namun tidak sedikit tanaman perkebunan juga diserang hama ini, seperti mangga, anggur dan lain-lain.

Hama kutu kebul menyerang tanaman melalui daunnya, biasanya kutu kebul menyerang di bagian bawah daun pada tanaman dengan cara menghisap cairan yang ada didalam daun itu sendiri, selain dari itu kutu daun juga menularkan penyakit terhadap tanaman yang diserangnya, ada beberapa virus yang ditularkan oleh hama kutu daun diantarnya virus gemini dan virus mosaik.

Tanaman yang sudah terserang oleh hama ini biasanya akan mengalami keritingnya bentuk daun, dengan selanjutnya daun akan menguning dan kemudian akan rontok, selain daripada itu tanaman akan cenderung sulit untuk tumbuh atau kata lain tanaman akan mengalami kerdil sehingga produksi pada tanaman akan terganggu bahkan akan menurunkan atau bahkan tidak berproduksi sama sekali atau fuso.

Untuk mencegah dan pengendalian hama kutu kebul pada tanaman budidaya adalah sebagai berikut, 

1. Membersihkan gulma atau tanaman inang

Membersihkan gulma atau tanaman inang merupakan pencegahan yang cukup efektif karena kutu kebul biasannya berawal penyebarannya melalui tanaman inang disekitar lingkungan lahan budidaya, lakukannya pembersihan gulma dipematang-pematang, dipinggiran-pinggiran perairan dan dilahan kosong sekitar lahan tempat budidaya kita.

2. Selalu menanam tanaman perangkap

Maksud tanaman perangkap yaitu tanaman yang ditanaman dipinggiran pematang-pematang, seperti menanam kacang panjang, jagung dan lain-lain untuk dijadikan perangkap hama kutu kebul dengan tujuan hama tersebut tidak menyerang lagsung pada tanaman budidaya.

3. Gunakan Mulsa plastik perak

Hama kutu kebul cenderung tidak menyukai tempat dengan intensitas caha secara langsung, dengan memasang mulsa plastik perak akan memantulkan cahaya matahari kebagian bawah pada daun, diketahui dengan memasang mulsa plastik perak ini dapat menekan penyebaran hama kutu kebul dalam beberapa bulan.

4. Jarak tanam

Jarak tanam mempengaruh penyebaran hama kutu kebul, dengan jarak tanam yang terlalu rapat akan sangat disukai oleh hama kutu kebul karena dengan jarak tanam yang rapat akan menyebabkan terjadinya rimbun pada daun sehingga kurangnya cahaya masuk kebagian daun bagian bawah.

5. Bijak penggunaan pestisida

Bijak dalam penggunaan pestisida kimia sangat dianjurkan dalam teknik budidaya, karena akan selain untuk mengendalikan hama juga akan memelihara musuh alami dari hama itu sendiri, bijak dalam penggunaan pestisida ini dilakukan jika terdapat hama dalam jumlah sedikit jangan lantas dilakukan penyemprotan pestisida secara luas, melainkan biarkan musuh alami yang bekerja seperti capung atau bisa dengan cara memetik daun yang terdapat kumpulan hama kutu kebul dan memusnahkannya.

6. Penyemprotan pestisida

Penyemprotan pestisida kimia merupakan langkah terakhir untuk menyelamatkan tanaman budidaya, untuk penyemprotan pestisida kimia ini perlu di ketahui bahan aktif yang efektif untuk mengendalikan hama kutu kebul, diantara banyak bahan aktif dan merek dagang dipasaran diantaranya bahan aktif yang efektik untuk mengendalikan hama kutu kebul adalah Abamectin, Acetamiprid, Carbosulfan, Buprofezin dan Diafenthiuron.

Demikian cara mencgah dan mengendalikan hama kutu kebul (Bemisia tabaci) pada tanaman budidaya, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. termia  kasih.

No comments

Post a Comment