Saturday, March 25, 2017

Cara menggunakan BWD (Bagan Warna Daun) atau LCC (Leaf Color Chart) dengan mudah dipahami

BWD atau singkatan dari Bagan Warna daun adalah alat atau bagan untuk mengukur kebutuhan pupuk N (Urea) dengan cara mencocokan warna daun ... thumbnail 1 summary

BWD atau singkatan dari Bagan Warna daun adalah alat atau bagan untuk mengukur kebutuhan pupuk N (Urea) dengan cara mencocokan warna daun dengan warna yang terdapat pada bagan tersebut, sehingga didapat dosis pemberian pupuk urea yang sesuai anjuran untuk meningkatkan hasil dari tanaman padi.


BWD (Bagan Warna Daun) atau LCC (Leaf Color Chart)
Sesuai judul dari artikel kali ini yakni cara menggunakan BWD atau dalam bahasa inggris disebut dengan LCC (Leaf Color Chart) secara mudah dan bisa dipahami, kali ini blog sampul pertanian akan mencoba sedikit berbagi cara untuk mengukur warna daun dengan BWD atau LCC, adapun caranya sebagai berikut,

1. Siapkan BWD atau LCC (Leaf Color Chart) dan alat tulis

Langkah pertama yang harus disiapkan yaitu menyiapkan alat tulis untuk mencatat hasil dari pengamatan warna daun dilapangan, alat tulis yang disiapkan cukup pensil/ballpoint dan kertas.

2. Pilihlah sample tanaman secara random atau acak

Pemilihan sample secara random atau acak sangat diperlukan karena kita bisa menghitung rata-rata dari kebutuhan pupuk urea tiap tanaman. sample yang diambil sebanyak 10 rumpun/daun disetiap luasan setengah hektar dengan sayarat umur tanaman 25HST atau di fase anakan pada umur 35HST.

3. Cara pengambilan sample

Cara pengambilan sample warna daun cukup sederhana, yang harus kita perhatikan adalah sebagai berikut,
  • Tarik rumpun padi dari bawah keatas hingga didapat daun tertinggi, dengan alasan daun yang paling tinggi merupakan daun yang sudah terbuka secara sempurna, caranya seperti pada gambar dibawah ini


  • Bandingkan warna daun yang sudah dipilih tadi pada alat BWD, caranya seperti pada gambar dibawah ini


  • Catat hasil sample warna daun tadi, untuk warna daun ada 4 tingkatan yakni tingkat nomor 2, nomor 3, nomor 4 dan tingkat nomor 5. catat sesuai tingkatan warna daun, seperti contoh pada gambar diatas, tingkatan daun terdapat pada nomor 3. jika warna daun ada di antara nomor 2 dan 3, tulis dengan angka 2,5.
  • Pengambilan sample warna daun tanaman dilakukan dengan cara membelakangi cahaya matahari, dengan tujuan bisa lebih jelas melihat perbandingan warna daun pada alat BWD

4. Perhitungan data

Setelah diambil data dari beberapa sample, bisa dihitung dengan cara mencari rata-rata dari tingkatan warna pada tanaman, caranya jumlahkan dari tiap sample kemudian dibagi jumlah sample yang diambil maka akan didapat rata-rata tingkatan warna pada tanaman.

5. Cocokan pada tabel kebutuhan pupuk

Setelah didapat rata-rata dari tingkatan warna pada daun, kemudian bisa dibandingkan pada tabel kebutuhan pupuk urea yang ada dibalik alat BWD tersebut, maka akan diketahui jumlah pupuk mana yang diperlukan untuk mencapai target panen, contoh seperti pada gambar dibawah ini.




Catatan : Penentuan target hasil panen yaitu pilihlah target panen yang realistis, dengan cara membandingkan 2 musim sebelumnya, contoh, jika musim sebelumnya hanya mendapat hasil panen 4 ton, maka untuk target hasil realistisnya adalah 5 ton.

No comments

Post a Comment