Sunday, February 12, 2017

Zat Pengatur Tumbuh ATONIK 6.5 L (Bahan Aktif, Manfaat dan Dosis penggunaan)

Zat pengatur tumbuh (ZPT) ATONIK 6.5 L Adalah salahsatu merek dagang ZPT yang ada di pasaran yang berbentuk larutan dalam air dan mempunya... thumbnail 1 summary

Zat pengatur tumbuh (ZPT) ATONIK 6.5 L Adalah salahsatu merek dagang ZPT yang ada di pasaran yang berbentuk larutan dalam air dan mempunyai warna coklat tua. ZPT ATONIK 6.5 L inipun mempunyai bau yang khas jika dibandingkan ZPT lainnya.



Zat pengatur tumbuh ATONIK 6.5 L
ZPT ATONIK 6.5 L di produksi oleh PT. Mastalin Mandiri yang beralamat di Jalan Bandungan Asahan 11/12 - Jakarta Pusat Kode Pos 10210. dengan Nomor Pendaftaran : RI. 0104011982561

BAHAN AKTIF ZPT ATONIK 6.5 L

Penggunaan ZPT ini cocok bagi anda yang ingin meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi dari tanaman budidaya karena ZPT ATONIK 6.5 L mempunyai kandungan bahan aktif yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan hasil tanaman, adapun bahan aktif yang terkandung didalam nya adalah sebagai berikut,

1. Natrium para-nitrofenol (para nitrophenol)  3.0 g/l
2. Natrium orto-nitrofenol (ortho nitrophenol) 2.0 g/l 
3. Natrium 5 – nitroguaiakol ( nitroguaiacol) 1.0 g/l 
4. Natrium 2 – 4 dinitrofenol (dinitrophenol) 0.5 g/l

MANFAAT ZPT ATONIK 6.5 L

1. Kandungan hormon yang terdapat didalam ZPT ATONIK 6.5 L membantu meningkatkan Jumlah dan bobot dari buah
2. ZPT ATONIK 6.5 L mampu memberikan nutrisi pada tanaman padi, sehingga dapat mengurangi bulir beras yang pecah.
3. Nutrisi yang diberikan ZPT ATONIK 6.5 L membantu pemulihan lebih cepat pada tanaman
4. Bahan aktif yang terkandung didalam ZPT ATONIK 6.5 L mampu menekan perkembangan hama dan penyakit pada tanaman

DOSIS PENGGUNAAN ZPT ATONIK 6.5 L

Dalam penggunaan ZPT ATONIK 6.5 L ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan dosis yang diberikan, adapun dosis yang diberikan sebagai berikut.

1. Untuk Tanaman Padi

Pemberian ZPT ATONIK 6.5 L dengan Dosis 1 liter perhektar untuk mengatasi bulir beras yang pecah sehingga dapat diturunkan, penyemprotan ZPT dilakukan pada saat matang susu atau pada saat primordia, sedangkan untuk menghambat dan menekan penyebaran penyakit hawar daun diberikan dengan dosis 1,5 ml/ liter air

2. Untuk Tanaman Cabai

Untuk meningkatkan bobot atau berat dari buah dilakukan penyemprotan setelah tanaman cabai dilahan sudah terlihat sekitar 50% sudah berbunga dengan dosis 1 ml/liter air, sedangkan untuk menekan penyebaran penyakit pada tanaman cabaipenyemprotan dilakukan pada minggu 2,3 dan 7HST

3. Untuk Tanaman Tomat

Pemberian untuk meningkatkan jumlah bobot atau berat pada buah adalah 1 ml/3 liter dilakukan pemberian pada saat tanaman berumur 2, 5 dan 7 HST sedangkan pemberian dengan dosis 1-1,5 ml/liter untuk menghambat atau menekan pertumbuhan penyakit hawar daun.

4. Untuk Bawang Merah

Dengan pemberian ZPT ATONIK 6.5 L dapat menghambat dan menekan pertumbuhan penyakit bercak kering pada tanaman, pemberian dengan dosis 1-1,5 ml/liter, penyemprotan dilakukan dengan volume tinggi jika ada gejala penyakit akan muncul

5. Untuk Kentang

Pemberian ZPT ATONIK 6.5 L pada kentang dapat meningkatkan jumlah dan berat pada umbi, pemberian dengan dosis atau konsentrasi 1-2 ml/liter dan diberikan pada umur 30, 50 dan 70 HST, sedangkan untuk menghambat atau menekan pertumbuhan penyakit bercak kering, diberikan pada saat gejala penyakit muncul dengan dosis 1-1,5 ml/liter.

6. Untuk Kakao

Pemberian ZPT ATONIK 6.5 L dengan dosis 15 ppm (2,4 liter/ha) dilakukan dengan interval 10 hari dapat meningkatkan jumlah buah, hasil dan rendemen pada biji kakao

7. Untuk Jeruk

Untuk meningkatkan jumlah buah, bobot dan hasil produksi, pemberian ZPT ATONIK 6.5 L dilakukan penyemprotan dengan interval 10 hari dengan konsentrasi 20 ppm (3,2 liter/ha)

Untuk setiap penyemprotan dengan menggunakan ZPT ATONIK 6.5 L, guanakan perlengkapan seperti sarung tangan, masker dan alat-alat pelindung lainnya, agar tidak terjadi keracunan pada penyemprotan.

1 comment

  1. Tanya pak.. Atonik boleh dicampur dgn pestisida organik gak...? Trmakasih

    ReplyDelete