Wednesday, October 12, 2016

Mengenal capung jarum sebagai predator alami

Capung jarum Dalam budidaya terutama budidaya tanaman padi sangat mengutamakan aspek pengendalian hama, pengendalian hama bukan berarti... thumbnail 1 summary
Capung jarum
Dalam budidaya terutama budidaya tanaman padi sangat mengutamakan aspek pengendalian hama, pengendalian hama bukan berarti pemusnahan hama secara total, melainkan mengatur jumlah hama yang menyerang agar berada dibawah ambang ekonomi. Pentingnya pengendalian hama yakni untuk membantu perkembangan musuh alami.

Banyak musuh alami yang hidup dilahan pertanian salah satunya adalah capung jarum, capung jarum (papatong jarum) atau dalam bahasa ilmiah Schnura heterosticta atau di daerah lain mempunyai nama yang berbeda, ada yang menyebutnya papatong jarum, kinjeng dom, kasasiur dan ada juga yang menyebutnya coblang.

Capung jarum termasuk serangga dari golongan ordo  Odonata, dan subordo Zygoptera, Odonata sendiri merupakan ordo dari serangga pemangsa atau karnivora sedangkan zygoptera adalah serangga berukuran kecil.

Ciri-ciri capung jarum (Schnura heterosticta) sangat mudah dikenali dan dibedakan dari jenis capung yang lainnya. Umumnya capung bertubuh besar namun capung jarum mempunyai ciri bentuk tubuh yang ramping terutama pada bagian ekornya yang menyerupai sebuah jarum, pada sayap capung jarum mempunyai ciri sayap yang tegak lurus mengarah ke atas dan memanjang mengikuti ekor. Pada bagian badan capung jarum betina mempunyai warna yang cerah dan mencolok sedangkan pada capung jarum jantan cenderung mempunyai warna yang polos dan cenderung kekuning-kuningan atau mempunyai warna yang gelap.

Habitat dari capung jarum bisa di temukan dimana saja, tetapi biasanya capung jarum mudah ditemukan di sepanjang aliran sungai, sawah, rawa-rawa, kolam dan hutan. Namun capung jarum juga bisa hidup didaerah pantai ataupun didaerah pegunungan.

Capung jarum merupakan musuh alami. Musuh alami sendiri sangat membantu petani untuk mengendalikan jumlah hama yang menyerang tanaman yang dibudidayakan. Dengan dikelaskan dari ordo odonata yaitu serangga pemangsa, pada saat masa kawin capung jarum memangsa ngengat penggulung daun, sedangkan ketika capung jarum masih menjadi nimfa, nimfa capung jarum bisa memangsa nimfa dari wereng dan ketika dewasa capung jarum memangsa serangga yang kecil kecil seperti wereng. Capung jarum biasanya berburu mangsanya terbang dibawah tajuk daun tanaman padi.

10 comments

  1. capung jarum ternyata hama tanaman padi ya Gan, baru tahu ni saya. maklum sudah lama gk ke sawah. hhh ok mantab gan penjelasannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan hama gan.. tp pemangsa hama :D

      Delete
  2. capung ternyata ada yang predator , nice info nya gan .

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gan.. tandanya ada capung disana ada banyak hama

      Delete
  3. Dulu paling senang tangkapin capung di sawah belakang rumah saya mas..hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. tangkapnya pake apa mba?? :D

      Delete
  4. Jadi inget masa lalu msh ada capung jarum :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayang sekarang sudah langka y.hehehe

      Delete
  5. wah, bisa bantu petani ya, jadi gk usah pake pestisida jadi lebih aman deh,

    ReplyDelete